Sejarah Si Pitung

Diposkan oleh yoganso marta on Saturday, 3 March 2012


Si Pitung adalah seorang pendekar Indonesia yang berasal dari kampong Rawabelong, Betawi. Sejak kecil si Pitung selalu di ajari oleh orang tuanya untuk bersikap baik dan sopan terhadap orang tua maupun orang lain. Pitung juga rajin menunaikan perintah Allah, sholat dan berpuasa. Ia belajar pengetahuan agama dan silat pada Haji Naipin.
            Suatu ketika, setelah si Pitung dewasa, ia melihat centeng- centeng yang bertindak sewenang- wenang merampas harta milik rakyat miskin. Si Pitungpun menjadi marah dan menantang mereka untuk bertarung. Dengan gagah berani, si Pitung berhasil mengalahkan centeng- centeng itu. Si Pitung selalu menggunakan ilmu yang ia miliki untuk melakukan kebaikan. Ia kini sering merampas harta orang kaya untuk dibagikan kepada masyarakat jelata.
            Mendengar tentang gerakan si Pitung, pemerintah Belanda berupaya menangkapnya. Pitung di masukkan ke dalam penjara Grogol dan disekap, namun karena kemampuannya, Pitung berhasil meloloskan diri. Dengan lolosnya si Pitung, Belanda berinisiatif untuk menangkap ayahnya (Pak Piun) dan Haji Naipin untuk disekap.
Si Pitungpun membuat perjanjian dengan Belanda agar ayahnya dan Haji Naipin dibebaskan. Di sebuah tanah lapang, Pitung menyerahkan dirinya untuk ditangkap Belanda sementara ayahnya dan Haji Naipin dilepaskan. Di tanah lapang ini, si Pitung ditembaki oleh pasukan Belanda hingga tewas.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment