Asal Mula Kartu Kuning dan Kartu Merah dalam Sepak Bola

Diposkan oleh yoganso marta on Tuesday, 13 March 2012

A referee give a red card to a football player


Keluarnya kartu kuning dan kartu merah dalam sebuah pertandingan sepak bola merupakan hal yang wajar ketika ada pemain yang melakukan sebuah palanggaran keras, namun bagaimanakah asal mula dikeluarkannya kartu kuning dan kartu merah dalah sebuah pertandingan sepak bola?

Kartu kuning dan kartu merah mulai diperkenalkan kepada dunia pada Piala Dunia 1970. Ide ini muncul dari sorang berkebangsaan Inggris yang bernama Ken Aston. Ide ini terinspirasi oleh sebuah kejadian yang terjadi pada perempat final Piala Dunia 1966 antara tuan rumah Inggris berhadapan dengan Argentina. Pertandingan dipimpin oleh wasit Rudolf Kreitlein asal Jerman. 

Cerita bemula dari sebuah pelanggaran keras yang dilakukan kapten Argentina, Antonio Rattin. Rattin kemudian dikeluarkan oleh wasit Rudolf Kreitlein. Namun karena tidak mengerti bahasa yang diucapkan oleh wasit Rudolf Kreitlein, Rattin tetap berada di lapangan untuk melanjutkan pertandingan. Wasit Ken Aston yang juga bertugas pada pertandingan itu kemudian membujuk Rattin untuk meninggalkan lapangan pertandingan dengan menggunakan bahasa Spanyol, karena Rudolf Kreitlein memutuskan begitu. Sementara Rudolf hanya bisa berbahasa Inggris dan Jerman. 

Dengan kasus ini, Ken Aston kemudian berpikir bagaimana membuat komunikasi universal dalam dunia sepak bola agar dimengerti semua orang, terutama pemain menjadi mengerti atas keputusan wasit, sehingga tanpa penjelasan dengan kata- katapun pemain mengerti apa yang diinginkan seorang wasit.

Pada suatu hari Ken Aston berhenti di sebuah perempatan jalan. Ia melihat sebuah Traffic Light, kemudian ia mendapatkan sebuah ide dan mengusulkannya kepada FIFA yang intinya wasit harus dibekali kartu kuning dan kartu merah ketika memimpin sebuah laga. Kartu kuning merupakan peringatan keras atau sanksi ringan kepada pemain yang melakukan pelanggaran, sementara kartu merah merupakan sanksi berat bagi pemain yang melakukan pelanggaran dan ia harus meniggalkan lapangan pertandingan.

Usul Ken Aston kemudian diterima oleh FIFA dan pada Piala Dunia 1970 kartu kuning dan kartu merah mulai digunakan. Namun sayang sekali, pada Piala Dunia 1970 tak ada satupun kartu merah keluar dari saku wasit. Hanya beberapa kartu kuning saja yang sempat melayang dari saku wasit, sehingga pada event akbar ini kartu merah tidak sempat "unjuk diri".

Meskipun ide tentang kartu kuning dan kartu merah muncul dari ide wasti asal Inggris, namun Inggris baru menggunkanannya pada tahun 1976. Kemudian pada tahun 1981 dan 1987 penggunakan kartu kuning dan kartu merah sempat dihentikan karena wasit terlalu mudah mengeluarkan kartu dan diprotes banyak pemain.

Kini dengan adanya kartu kuning dan kartu merah dalam dunia sepak bola, sebuah pertandingan sepak bola menjadi lebih menghibur, karena para pemain di lapangan tidak dapat berbuat dan bertingkah brutal dengan seenakknya, karena akan mendapatkan peringatan dari wasit yang dapat berupa kartu kuning atau merah jika pemain melakukannya. Dengan demikian para pemain sepak bola juga akan merasa lebih aman dalam bermain karena mereka pasti akan bermain dengan lebih hati- hati takut diganjar kartu kuning atau merah.

{ 2 komentar... read them below or add one }

Putra said...

Kunjungan setia untuk sahabat setia, kalau ada waktu cuy ditunggu Comment backnya,,, :)

http://mankita.blogspot.com/

worldislife said...

Ok gan

Post a Comment