Pengertian dan Contoh Cerpen

Diposkan oleh yoganso marta on Monday, 18 February 2013

Cerpen atau atau cerita pendek merupakan karya sastra berbentuk prosa. Isi cerpen cenderung padat dan langsung pada tujuannya. Cerpen yang baik menggunakan teknik- teknik sastra, yaitu :
  • Tema
          Tema merupakan ide dasar sebuah cerita yang merupakan gagasan pokok yang mendasari sebuah karya.
  • Latar atau setting
          Latar atau setting adalah semua keterangan, petunjuk, dan pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang atau tempat, dan keadaan sosial atau suasana.
  • Alur
          Alur adalah jalan cerita yang dibuat pengarang dalam menjalin kejadian secara beruntun dengan memperhatikan hubungan sebab- akibat sehingga menjadi satu kebulatan cerita yang utuh.
  • Tokoh
          Tokoh adalah individu rekaan atau tokoh- tokoh dalam cerita. Selain tokoh utama, dalam cerpen juga terdapat tokoh pembantu. Tokoh juga dibedakan menjadi dua, yaitu tokoh antagonis (bersifat jahat) dan protagonis (bersifat baik).
  • Penokohan
          Penokohan adalah watak, sikap, dan perilaku tokoh yang digambarkan secara fisik ataupun batin. Penokohan dapat disampaikan secara langsung (analitik) dan dengan cara pelukisan (dramatik).
  • Sudut Pandang (Point of View)
          Sudut pandang atau point of view adalah cara pandang pengarang terhadap tokoh. Ada sudut pandang orang pertama dan sudut pandang orang ketiga.
  • Gaya Bahasa
          Gaya bahasa yang dimaksud adalah cara pengarang mengolah bahasa cerita (komunikatif dan mudah dipahami atau tidak).
  • Amanat
          Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca. Cerpen yang baik selalu memiliki amanat yang terdapat dalam ceritanya.


Berikut saya berikan contoh cerpen :


Harapan yang Tertunda

Monster Been merajalela menyerang kota Rotterdam tempatku tinggal saat ini, dengan ribuan prajurit dan meriam di bawanya, luluh lantaklah kota ini, hingga tinggal diriku saja yang tersisa. Aku berusaha menyelamatkan diri dengan mencoba melawannya, tapi sebuah tebasan samurai menusuk jantungku dan aku berteriak hingga terbangun dari tidurku yang lama.
Ku pandang sekitarku, dengan rasa tak percaya kutampar pipi kiriku keras- keras.
“ Auuu…..hanya mimpi ternyata “.
Ku lihat sebuah jam dinding klasik yang tergantung di dinding kamarku, jarumnya berdetak pelan mengikuti irama jantungku, terlihat waktu menunjukkan pukul lima pagi. Ayam- ayam berkokok merdu saling bersahut- sahutan di bawah mentari yang masih malu menampakkan kilaunya.
Pagi ini aku merasa sangat ngantuk karena semalam aku bermain game komputer hingga larut malam dan hanya tidur selama empat jam saja. Segera kulipat selimutku dan menuju ke ruang keluarga untuk nonton Spongebob Squarepants, acara TV kesukaanku, sementara Ibuku sudah bangun mendahului aku dan sibuk di dapur menyiapkan sarapan untuk keluarga.  Ketika sedang asyik menonton TV, aku melihat iklan, kalau nanti sore grub band the Changcuter mengadakan konser di lapangan merdeka kota Rotterdam. “ wehhh… Keren! nanti nonton ahhh”. Kemudian aku menghampiri ibuku.
“ Mama…. Mama, nanti aku mau lihat The Changcuter ya”!  
“ Di mana ”? Tanya ibuku. “ di lapangan merdeka Ma”.   
“ Ya…Boleh tapi nanti hati- hati ”.   “ Oke Ma”. Jawabku. Lalu aku kembali ke ruang tamu untuk melanjutkan menonton TV.  Tidak lama kemudian sarapan telah siap. Aku langsung menuju ke meja makan untuk sarapan bersama kakak dan ayahku. Aku makan dengan lahap sekali hingga ku habiskan semua jatah sarapanku.
Selesai makan, aku menuju ke dapur untuk membuat secangkir kopi. Aku membuat secangkir kopi untuk menghilangkan rasa kantukku yang terasa sangat memberatkan mata dan kepalaku. Kemudian ku minum kopi itu dengan perlahan- lahan karena terasa sangat panas.
            “ Hemh.. nikmat juga ini kopi,  ploooong rasanya“! Kataku dalam hati.
Kemudian aku segera mandi dan bersiap untuk berangkat ke sekolah.  
Sekitar pukul 7.30 aku berangkat ke sekolah diantar ayahku menggunakan mobil Chevrolet kesayangannya. Selama di perjalanan aku berbincang- bincang dengan ayahku terutama soal konser nanti sore.
“ Papa… Nanti aku pulang sekolah mau langsung liat konser The Changcuter ya pa”! Seruku pada ayahku.
“ Sama siapa nontonnya “? Tanya ayahku.
“ Gampanglah Pa.. Nanti aku ajak teman- temanku nonton bareng”. Jawabku.
Tidak terasa, lima belas menit lama waktu perjalanan telah ku lalui dan mobil berhenti tepat di depan pintu gerbang SMP 007 Rotterdam tempatku sekolah. Tidak lupa aku juga berpamitan pada ayahku sebelum aku keluar dari mobil. Bapak/ Ibu guru telah menyambut murid- muridnya di sebuah lorong panjang yang merupakan jalan untuk menuju ke halaman sekolah. Aku berjabat tangan dan menyapa mereka sambil memberikan senyumanku yang manis sekali.     
Sampai di kelas aku mencari Ichfan, Pato, dan Ganso untuk ku ajak nonton konser The Changcuter bersamaku nanti sore.
“ Hai bro… nanti mau nonton The Changcuter gak”? Tanyaku pada mereka.
“ Di mana”? Tanya Pato.
“ di lapangan merdeka bro”. Jawabku.
“ Haaaa… Yang bener bro, The Changcuter?, Ok nanti kita nonton bareng”. Seru Ganso.
            Tepat pukul 7.05 pelajaran dimulai. Jam pertama hingga ke dua adalah pelajaran matematika dan Bu Nana merupakan guru matematikaku. Bu Nana adalah guru matematika yang galak, selama pelajaran matematika ini aku berusaha untuk memperhatikan Bu Nana yang sedang mengajar agar aku tidak dimarahi olehnya. Aku sudah sering dimarahi oleh Bu Nana karena berbagai alasan, seperti tidak mengerjakan PR, tidak membawa buku matematika, dan membuat gaduh ketika Bu Nana sedang mengajar.
            Setelah pelajaran matematika selesai, dilanjutkan dengan pelajaran yang berikutnya yaitu bahasa Indonesia, geografi, dan sejarah. Selama pelajaran bahasa Indonesia, geografi, dan sejarah, aku tidak memperhatikan guru- guru yang mengajar. Aku malah sibuk berbincang- bincang dengan temanku Ichfan, Pato, dan Ganso tentang konser The Changcuter nanti sore karena kami ingin sekali untuk menyaksikan penampilan The Changcuter di atas panggung. Kami berbincang- bincang lama sekali hingga tak terasa bel panjang tanda pelajaran usai untuk hari ini berbunyi tapat pukul satu siang. Aku merasa senang sekali.
            “ Wahhhh… akhirnya selesai juga pelajaran hari ini”. Ujarku.
            “ Ech nanti konsernya jam berapa bro”? Tanya Pato padaku.
            “ Jam- jam empat… Ayo kita main dulu sambil nunggu sore”! ajakku.
            “ Oke”.
            Kami menuju ke lapangan sepak bola yang berada di dalam SMP ku untuk bermain bola bersama sambil menunggu konser The Changcuter. Kami bermain dengan enjoy dan diselingi canda gurau untuk membuat suasana menjadi menyenangkan.
            Terlihat di atas kepala, langit berwarna coklat kehitaman kehilangan warna putih cerahnya yang mengagumkan tanda akan turun hujan.
“ Waduh… Bentar lagi hujan nih”! Seruku.
“ Gak masalah bro”. Kata Ganso.
Kemudian kami melanjutkan permainan kami dan selang beberapa menit kemudian turun rintik- rintik hujan. Kami tidak peduli dengan semua itu dan tetap bermain sepak bola hingga hujan turun dengan derasnya dan kami berteduh di bawah atap depan kelas kami.
“ Gimana nih bro? Hujannya tambah deras aja”. Ujarku dengan sedikit cemas.
“ Santai aja bro.. Nanti juga reda!” Kata Pato.
“ Ahhh… Gue pulang sekarang aja nanti kita ketemuan di lapangan merdeka ”. Kataku.     Bye………..

{ 0 komentar... read them below or add one }

Post a Comment